"ngapain?"
"ya nganggur lah..kayak ada kerjaan aja"
"mau ikut?"
"ngapain?"
"ya muter2 aja dulu..ntar trus kita makan abis kerjaanku beres"
"oke deh.."
dan nay pun terseret, duduk manis dalam mobil. anteng dengan buku di pangkuannya.
"huff..akhirnya selesai juga. mau makan mana?"
"terserah deh"
"tau ga sih..hari ini kerjaanku beres semua"
"he? lha masa kerjaan kemaren2 ga beres semua?"
"bukan..maksudku..semuanya jadi lbh cepet beres. kayak tadi itu. tadi cuma ngedrop, eh..udah langsung diterima dan ga perlu bolak balik. antri di bank juga. biasane lebih lama dari ini. at least an hour. tapi tadi..mek piro menit tuh.."
"soo...your point is??"
"i don't know.."
pikiran nay langsung inget kejadian minggu lalu, dan ia pun tertawa. minggu lalu, they tried to get some ice cream. tapi adaaaa aja yg menghalangi. entah jalan macet, entah es krimnya yg abis, until finally he tried to choose randomly. buat nay sih gak papa, es krimnya baik2 aja. tapi buat itu orang, es krimnya aneh banget. she knew that he's just trying to be with her, but watching his bad luck, makes her laughing. dan sekarang, nay jadi inget kejadian itu setelah dgr ceritanya barusan.
"jadi aku diseret buat jadi lucky charm? biar semuanya jadi lancar ya?"
"hahahha..ndak lah.. tapi mgkn juga ya..wes..lek gitu km takseret ae tiap kerjaanku ruwet, ben langsung jadi lancar kabeh"
"wehh...ntar taktarik biaya karcis lo"
"pelitttt..."
"biarin weks.."
nay ketawa. tapi beneran, nay belon pernah ketemu org dg bad luck kayak org satu itu. ato lebih tepatnya, sebelon ketemu itu orang, nay ga pernah mikir soal luck sebelumnya. dan baru dia sadar kalo she's having better luck, well..compared to his. whatever it is, we're both lucky we meet each other, batin nay.
No comments:
Post a Comment